Cara Membuat Laporan Keuangan Perusahaan dengan Mudah

Post a Comment

Cara Membuat Laporan Keuangan

 Dalam sebuah bisnis membuat laporan keuangan menjadi hal yang sangat penting dan harus dilakukan secara rutin, baik itu bisnis dalam skala kecil maupun besar. Jika diibaratkan laporan keuangan merupakan denyut nadi. Maka dari itu sebagai pemilik perusahaan, Anda harus bisa membaca laporan keuangan, karena dari laporan keuangan itulah Anda bisa mengetahui kondisi financial perusahaan Anda.

Selain itu, laporan keuangan juga bisa mambantu Anda dalam menilai kinerja perusahaan di setiap periodenya dan dapat membuat kebijakan yang tepat untuk operasional perusahaan di periode berikutnya. Akan tetapi sebelum masuk ke dalam pembahasan bagaimana cara membuat laporan keuangan untuk bisnis, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu definisi dari laporan keuangan itu sendiri.

Menurut PSAK No.1 Tahun 2015, laporan keuangan adalah sebuah laporan mengenai kinerja keuangan suatu entitas dari setiap periode yang disajikan secara terstruktur. Sedangan definisi laporan keuangan berdasarkan buku Intermediate Accounting adalah suatu ringkasan dari proses pencatatan yang berisikan transaksi-saksi keuangan yang telah terjadi selama satu tahun.

Tujuan dari laporan keuangan sendiri adalah sebagai informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan dan perubahan posisi keuangan suatu perusahaan aray instansi yang berguna dalam pengambulan keputusan. Nah, untuk mengetahui kondisi keuangan, Anda dapat melihatnya di laporan keuangan. Terdapat 4 komponen dalam laopran keuangan, yaitu:

  1. Laba rugi, berisikan laporan mengenai hasil operasional baik itu pendapatan maupun pengeluaran dalam periode tertentu.
  2. Neraca, berisikan laporan yang menampilkan posisi keuangan dari suatu perusahaan atau entitas dalah periode tertentu, biasanya dalam satu tahun.
  3. Laporan perubahan modal (ekuitas), berisikan laporan yang menyajikan ikhtisar perubahan yang terjadi dalam ekuitas pemilik pada suatu entitas untuk suatu periode tertentu.
  4. Arus kas, berisikan laporan yang bisa menggambarkan perputaran arus kas suatu perusahaan, mengenai jumlah kas yang masuk dan kas yang keluar dalam satu periode tertentu.

Setelah Anda mengetahui komponen-komponen yang ada ddi sebuah laporan keuangan. Maka tahap berikutnya Anda sudah mulai bisa membuat laporan keuangan. untuk membuat laporan keuangan Anda hanyanperlu melakukan penjurnalan transaksi, mencatatnya kedalam buku besar, membuat nerac dan membuat laporan keuangan lainnya.

Cara Membuat Laporan Keuangan

Bagi Anda yang memang belajar dibidang akuntansi mungkin hal ini bukan adalah hal yang sepele dan mudah untuk dilakukan. Namun, jika Anda masih bingung dengan akuntansi mungkin hal ini bisa menjadi kesulitan sendiri. Karena itulah di bawah ini kami akan memberikan panduan tentang cara membuat laporan keuangan dengan benar.

Mengumpulkan dan Mencatat Transaksi

Dalam perusahaan, transaksi menjadi salah satu kegiata yang tak bisa dilepaskan entah itu transaksi pembelian, penjualan, penyewaan, penukaran maupun trransaksi lainnya. Bukti transaksi menjadi hal yang sangat penting terutama dalam hal akuntansi sehingga tidak boleh sampai rusak apalagi hilang. Bukti transaksi juga jadi dasar dalam pencatatan laporan keuangan.

Bukti transaksi ini bisa berupa kuitansi, nota, faktur maupun jenis bukti transaksi lainnya. Tahap pertama dalam membuat laporan keuangan adalah dengan mencatat semua transaksi yang dilakukan perusahaan dalam periode tersebut. Semua transaksi yang berkaitan dengan operasional perusahaan harus dicatat secara terperinci.

Memposting Jurnak ke Dalam Buku Besar

Setelah selesai membuat jurnal, maka tahap berikutnya adalah memposting jurnal tersebut ke dalam buku besar. Buku besar sendiri berisikan rincian dar9 setiap akun-akun yang ada. Di tahap kedua ini Anda hanya perlu memindahkan semua transaksi yang ada di jurnal ke akun-akun yang sesuai rincian.

Menyusun Neraca Saldo

Neraca saldo merupakan suatu daftar rekening-rekening buku besar dengan saldo kredit maupun debet. Langkah ini bisa dilakukan setelah membukukan semua jurnal kedalam setiap rekeningnya di buku besar. Daftar rekening yang ada di buku besar dikelompokkan menjadi dua kelompik yaitu passive dan active. Neraca saldo digunakan untuk mengecek keseimbangan kredit dan debet di semua rekening.

Mengumpulkan Data untuk Membuat Jurnal Penyesuaian

Beberapa transaksi mungkin belum sempat tercatat atau terdapat transaksi yang terjadi diakhir tahap pembuatan laporan keuangan, sehingga masih ada yang tidak sesuai dengan keadaan di akhir periode. maka dari itu data tersebut dikumpulkan untuk dibuat sebagai jurnal penyesuaian.

Menyusun Neraca Lajur

Agar penyusunan laporan keuangan bisa lebih mudah dan teratur, maka Anda perlu menyesuaikan neraca lajur Di mana neraca lajur ini dimulai dari data yang ada di neraca saldo yang disesuaikan dengan data yang terdapat di jurnal penyesuaian. Kemudian saldo yang telah disesuaikan akan terlihat pada kolom neraca saldo yang sudah disesuaikan dan nantinya akan menjadi saldo-saldo yang akan dilaporkan dalam neraca dan laporan laba rugi.

Membuat Laporan Keuangan

Semua laporan yang telah disesuaikan pada neraca lajur tinggal Anda tulis dengan rapi sesuai dengan standar laporan keuangan. Hal itu karena dalam neraca lajur sudah dipisahkan jumlah-jumlah yang dilaporkan dalam neraca atau laporan rugi laba. Setelah itu, kedua laporan tersebut dapat diubah bentuknya sehingga bisa didapatkan hasil laporan laba rugi dan neraca yang lebih mudah untuk dipahami.

Menyusun dan Menutup Rekening

Setelah semua rekening yang ada di dalam buku besar disesuaikan, maka tahap terakhir adalah membuat penutup jurnal. Di mana Anda harus menutup semua rekening nominal ke rekening laba lalu memindahkan semua rekening saldo laba ke rekening saldo laba tidak terbagi. Jika semua sudah, maka informasi yang ada pada jurnal dibubukan ke dalam buku besar sesuai dengan rekening yang bersangkutan.

Kesimpulan

Itulah cara membuat laporan keuangan dengan benar. Informasi yang terdapat pada laporan keuangan sangatlah penting, karena hal tersebut dapat mencerminkan kinerja sebuah perusahaan pada periode tersebut sekaligus bisa menjadi acuan dalam pengambilan keputusan untuk periode berikutnya. 

Related Posts

Post a Comment